Pentingnya RKUHP Dalam Menangkal Bahaya Hoax


Jakarta / KOMPAS86TV.com_, Pentingnya RKUHP Dalam menangkal hoax, sebab dalam bermedia sosial sudah menjadi kebutuhan primer sebagai alat ekspresi kebebasan medium komunikasi dan informasi, dan memungkinksn berjejaring tanpa batas dengan banyak opsi berdasarkan profil pribadi dan kelompok, hal ini di sampaikan oleh H.M Farhan. SE, anggota DPR RI Komisi I, dalam acara Diskusi Webinar kemenkominfo, Selasa, 22/11/22, 

Demokrasi dan media sosial terkadang menjadi dilema, karena kerap kali kebebasan berpendapat sering di salah gunakan untuk menyebarkan hoax, disinformasi, profokasi, ujaran kebencian, hingga tindakan pelecehan sexual, maka penting bagi kita menciptakan ekosistem digital sebagai flatform yang sehat, aman dan tidak menyalahi aturan hukum.

Saat ini kita sudah mengalami perkembangan zaman yang luar biasa maka KUHP harus disesuaikan dengan perkembangan zaman yang berorientasi pada hukum pidana modern, yaitu keadilan korektif, dan keadilan restoratif, pungkas nya.

Lebih lanjut Ismail Cawidu M.Si, selaku Akademisi UIN Syarif Hidatullah Jakarta mengatakan, pentingnya RKUHP dalam menangkal Hoax, dalam buku yang berjudul " museum of hoaxes" karangan Alexandre Boese, bahwa hoax pertama kali di publikasikan adalah al manak, atau penangalan palsu, yang di buat isaac Bikerstaff pada tahun 1709. Jelasnya.

Di tambahkannya, faktor faktor yang menyebabkan terjadinya hoaxs yaitu, faktor kebencian, politik dan ekonomi, serta faktor kekuasaan yang menyebabkan kekacauan berupa informasi yang di buat buat atau faktor rekayasa untuk menutupi faktor sesunguhnya, dan mengunakan informasi yang se olah olah meyakinkan tetapi tidak dapat di verifikasi kebenarannya.

Hukum hoax sudah di atur dalam UU KUHP, nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, " setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, dapat di penjara paling lama 6 tahun, tutupnya.

Dalam diskusi webinar ini juga di komentari oleh M.Ilham Puhena, selaku praktisi Pidana Peeaturan Perundang undangan mengatakan, salah satu penyebab terkendalanya terkai RKUHP adalah berita Hoaxs, karena media memberikan pengaruh besar serta dapat merobah pola pandangan dalam masyarakat.ujarnya.

Terkait berita hoaxs, kita harus teliti terlebih dahulu bagaimana akan kebenaran berita tersebut, dan berhati hatilah terkait hukum pidana yang di terapkan, hal ini agar menjadi landasa bagi penegak hukum agar dapat langsung bergerak untuk mengeksekusi penyebar hoax, terangnya.

Hoax merupakan kejahatan yang dapat di katakan sebagai kejahatan yang tidak di sengaja, terkadang orang masih brlum mengerti tantang kebenaran berita tersebut akan termakan hasutan okeh pelaku si pembuat hoax, oleh karena itu di perlukan literasi yang baik agar kita tidak menjadi bagian dari penyebab terjafinya penyebaran berita bohong atau hoax, tutupnya.

 (Basa)

Kompas86tv.com Media Kita Bersama

Komentar