Masyarakat di Himbau Memahami dan Memaksimalkan Aplikasi Sosial Media



Jakarta // KOMPAS86TV.com_, 
H.Darial Bazir, S.Sos.MBA, Anggota Komisi I DPR RI, menegaskan, terkait peran media pasca pandemic 19, membuat kita semakin erat kaitanya dengan dunia digital.

Bahkan saat ini dalam kategori pengunaan unit mobil melebihi dari jumlah populasi, dari jumlah itu flatform yang paljng banyak di kunjungi oleh masyarakat indonesia adalah youtube, whatsapp, instagram, twitter, dan facebook, dan rata rata mengunakan internet 8,52 jam perhari.

Tidak bisa di pungkiri NKRI semakin terhubung dengan dunia luar, kemudian dalam dialog dan komunikasi antar sesama kita di mudahkan, dengan perkembangan tekhnologi dan informasi dan digitalisasi, dengan harapan dapat memberi manfaat untuk meningkatkan kreatifitas,ujar H.Darial.

Hal yàng sama di sampaikan Yuliandre Darwis.PhD, selaku ketua dewan pakar ISKI, indonesi menjadi 10 besar negara yang kecanduan media sosial, fakta tersebut membuktikan bahwa masyarakat kita akan melupakan interaksj dengan dunia sesunguhnya, oleh karena itu di butuhkan kontrol di dalam diri untuk mengantisipasi pengunaan waktu dalam ber media sosial, ujarnya.

Lebih lanjut ia menyatakan influencer indonesia tercatat 7000 penguna dan 74% penguna, angka yang cukup tinggi dan membuktikan bahwa masyarakat kita aktif dalam media tekhnology, tutupnya.

Hafizul Mizan merupakan Chief of Consultant Cyrus Network, turut memberikan tangapan, bahwa memahami dan memaksimalkan aplikadi sosial media merupakan interaksi sosial dunia maya, suatu aplikasi media sosial yang mempelajari identitas, behavior, purchase history, yang dapat menampilkan konten sesuai dengan interest kita, pungkasnya.

Ada beberapa cara yang dapat kita maksimalkan pengunaan sosial media di antaranya, sesuai tujuan, kemudian sesuaikan dengan kadar, dan tahu dengan aturan,sebab konsekuensi  bersosmed tanpa tujuan sama kita tidak punya arah, dan dapat terpengaruh yang dapat merugikan ekonomi, tambahnya.

Untuk itu menghindari dampak buruk media sosial, kita dapat mekakukan beberapa cara yaitu, dengan menghindari sharing informasi private di media sosial, seperti memeberikan KTP, SIM, dan dokumen lainya, kata Hafizul. (**)

Kompas86tv.com Media Kita Bersama

Komentar