Drs Ony Sulistijawan.M.Si: Sanksi Berat Kalau Benar Terlibat Khilafatul Muslimin


JEPARA (JATENG) KOMPAS86TV.COM_, Ada tiga orang yang diamankan Polres Jepara terkait Khilafatul Muslimin. Salah satunya merupakan pimpinan organisasi tersebut berinisial (M), warga Desa Kuanyar, Mayong, Jepara.

Sementara dua lainnya berinisial (ZA), warga Kuanyar yang juga ASN. Serta (W), warga Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan.

Mereka diamankan aparat di kediaman (M). Tepatnya di Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Jepara pada Kamis (17/11) lalu.

menanggapi penangkapan 3 terduga berkait Khilafatul Muslimin yang bekerja sebagai ASN, Ony Sulistijawan, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jepara kepada Kompas86.com mengatakan, bahwa pihaknya masih memastikan kebenaran informasi tersebut melalui pernyataan resmi. Nantinya, bila pernyataan resmi baik lisan atau tertulis disampaikan, akan ada tim penilai kinerja yang melaporkan data terkait untuk diproses. 

Tim penilai kinerja selanjutnya akan melaporkan hal tersebut ke bupati. Keputusan terakhir mengenai sanksi akan ditetapkan oleh bupati.
“Memang kami tidak dapat memanggil langsung. Kami rapatkan di tim penilai kinerja lalu dilaporkan pak Bupati. Pak bupati nanti yang memutuskan. Bila memang terbukti melanggar, ini merupakan tindakan pelanggaran disiplin PNS atau ASN berat,” jelas Ony.

Menurut Ony, ada tiga sanksi dalam pelanggaran ini. Di antaranya penurunan dari jabatan, pembebasan jabatan (semisal ada dalam struktural), dan yang ketiga pemberhentian dengan hormat. Nanti Bupati yang memutuskan akan menindak dengan sanksi apa.

Sementara itu, Merujuk pada Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 6 Tahun 2022 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, tiga hukuman disiplin berat tersebut meliputi penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 (dua belas) bulan, pembebasan dari jabatannya menjadi Jabatan Pelaksana selama 12 (dua belas) bulan dan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Fachrurozy menjelaskan masih dalam proses pengembangan terkait kasus ini. Belum bisa membeber lebih banyak. “Nanti kami informasikan lagi,” jelasnya.


(Rud)

Kompas86tv.com Media Kita Bersama

Komentar