Carut Marut Penjualan Pupuk Bersubsidi di Jual Melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET)

 Brebes JATENG Kompas86tv.com

Kurangnya pengawasan dalam penyaluran Pupuk bersubsidi khususnya di Kabupaten Brebes Jawa Tengah,sehingga para pengecer menjual dengan harga melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.


Hasil Investigasi awak media Kompas86.com dan Warata Hukum  di beberapa Kecamatan wilayah Kabupaten Brebes, jenis pupuk Urea di jual ke petani dengan harga Rp 135 ribu / 50 kg dan pupuk bersubsidi jenis ponskha di jual dengan harga Rp 140 ribu / 50 kg, bahkan untuk wilayah Kecamatan Bulakamba harga pupuk eceran tertinggi (HET) sangat jauh dari ketentuan pemerintah.

Hal tersebut di sebabkan adanya beberapa pengecer yang bukan pengecer resmi ikut menjual pupuk bersubsidi,sehingga harga pupuk bersubsidi di petani menjadi tidak setabil. 

Salah satu petani yang berhasil di temui awak media Kompas86.com dan Warta Hukum salah satu petani yang bernama pak Karso saat sedang mencari pupuk jenis urea di salah satu pengecer di Desa Rancawuluh jumat 18/11.

Petani asal Desa Bulusari tersebut mengatakan, semenjak ada kartu tani dirinya dan para petani yang lain sangat kesulitan untuk mencari pupuk subsidi,kalaupun ada harganya bisa mencapai Rp. 200 ribu lebih/50 kg, tanpa menggunakan kartu tani,jelas ini sangat memberatkan bagi kami khususnya para petani.

Selain mahal pupuk bersubsidi ini juga sangat langka dan kalau pun ada kita hanya di batasi setiap pembelianya, dari bulan juni 2022 sampai dengan sekarang ini,barangnya tidak ada ,sehingga mengakibatkan banyak petani yang alih profesi,"keluhnya. 

Sementarasalah satu ketua kelompok tani bp Khariri  asal Desa Cipelem Kecamatan Bulakamba ketika di jumpai dikediamanya mengatakan, dirinya pernah di tunjuk menjadi penyalur pupuk bersubsidi atas kesepakatan para kelompok tani, iya mengaku pupuk bersubsidi sulit untuk dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) , pasalnya dari distributornya saja sudah mahal, untuk pupuk bersubsidi jenis urea dari distributor harga mencapai Rp.125 ribu/ 50 kg dan pupuk bersubsidi jenis phonska harga mebcapai Rp.140 ribu/50 kg.

Sehingga saya menjual pupuk bersubsidi ke petani jenis urea hingga mencapai Rp.165 ribu/50 kg dan pupuk bersubsidi jenis phonska saya jual ke petani dengan harga Rp. 175 ribu/50 kg,"terangnya.

Terpisah Ibu Sum (60) tahun petani asal Desa Rancawuluh Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, saat di jumpai awak media ini dikediamanya menyampaikan,dirinya membeli pupuk jenis urea Bersubsidi dengan harga Rp.200 ribu /50 kg dan pupuk jenis phonska Bersubsidi Rp.175 ribu/50 kg.

Sum mendapatkan pupuk bukan dari pengecer resmi tapi melalui sesama petani, ntah dari mana belinya dirinya tidak tau persis, yang jelas saya titip sesuai kesepakatan dengan harga yang telah ditentukan dan ternyata barangnya ada, menurutnya dengan harga yang tinggi petani kaya saya ini jelas sangat memberatkan, tapi ya mau bagaimna lagi,nyari pupuk susah mau gak mau ya di beli,"tuturnya.

Semestinya sesuai ketentuan Pemerintah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diatur dalam Keputusan Bupati Brebes Nomor 521.34/55 tahun 2022 . tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian tahun anggaran 2022.

Jenis Pupuk bersubsidi dijual dengan harga sebagai berikut, a.Pupuk Urea Rp.2.250,00/kg,b.Pupuk SP-36 Rp.2.400,00/kg,c.Pupuk ZA Rp.1.700,00/kg,d.Pupuk NPK Rp.2.300,00/kg,e.Pupuk NPK untuk Kakao Rp.3.300,00/kg,f.Pupuk Organik Rp.800,00/kg,g.Pupuk Organik Cair Rp.20.000,00/liter.

Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi tersebut diatas untuk pembelian oleh petani di pengecer resmi sesuai dengan ketentuan pemerintah Kabupaten Brebes.

Namun demikian kenyataan di lapangan, hampir setiap Kecamatan di wilayah Kabupaten Brebes para pengecer/penyalur,menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi,alasannya karena imbas dari naiknya harga BBM.



Oleh karena itu,perlu adanya penanganan yang serius terutama bagi para pemangku kebijakan melalui Dinas terkait dan tim Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Brebes,supaya bisa menertibkan dan mberikan sanksi tegas kepada para oknum pengecer dan Distributor nakal, yang menjual pupuk bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan pemerintah.

Hingga berita ini di turunkan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (DINKOPUNDAG) Kabupaten Brebes yang membidangi hal tersebut belum bisa memberikan keterangan apapun karena saat media ini berkunjung ke kantornya untuk konfirmasi baik Kepala Dinas dan Kabid Perdagangan sedang berada di luar kota.

Pewarta :Leo Nardi kaperlwil Jateng 
Kompas86tv.com Media Kita Bersama

Komentar